loading…
Kekayaan gabungan tiga miliarder teratas Indonesia melonjak fantastis sebesar USD13,5 miliar. FOTO/eVnExpress
JAKARTA – Kekayaan gabungan tiga miliarder teratas Indonesia melonjak fantastis sebesar USD13,5 miliar atau setara Rp225 triliun sepanjang tahun 2025. Namun, peningkatan besar itu hanya dinikmati oleh satu sosok, sementara dua lainnya justru mengalami penyusutan aset.
Dikutip dari eVnExpress, Prajogo Pangestu, taipan energi berusia 81 tahun, kian mengokohkan posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaan bersihnya mencapai USD 39,5 miliar, nyaris dua kali lipat dari catatan Forbes pada Maret lalu.
Baca Juga: 500 Orang Terkaya Dunia Makin Tajir di 2025, Tumpuk Harta Rp36.000 Triliun dalam Setahun
Saham perusahaan-perusahaannya meroket 265% tahun ini, jauh melampaui pertumbuhan Indeks Komposi Jakarta yang hanya 21%, didorong oleh optimisme pasar atas ekspansi besar-besaran di sektor petrokimia dan energi terbarukan.
Di posisi kedua, kekayaan Low Tuck Kwong justru menyusut 11% menjadi USD 25,6 miliar. Penurunan ini tak lepas dari melandainya harga batubara secara global. Meski demikian, pria 76 tahun yang memulai karirnya di bisnis konstruksi keluarga di Singapura ini tetap memegang kerajaan tambang batubara yang sangat solid melalui Bayan Resources.
Perekonomian Indonesia di tahun 2025 mengalami fluktuasi yang cukup menarik, terutama di sektor pertambangan dan energi. Para miliarder merespon dinamika pasar ini dengan strategi yang beragam dan cerdas. Sementara beberapa dari mereka meraih keuntungan yang signifikan, yang lain dipaksa beradaptasi dengan perubahan yang cepat dalam tren harga komoditas.
Kenaikan kekayaan Prajogo Pangestu merupakan refleksi langsung dari hasil kerja keras dan inovasi yang diterapkan dalam bisnisnya. Di sisi lain, penurunan nilai kekayaan Low Tuck Kwong menunjukkan bahwa ketidakpastian pasar dapat memengaruhi siapapun, terlepas dari kekayaan yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
Perubahan Perekonomian dan Dampaknya terhadap Miliarder Indonesia
Dinamika perekonomian memberikan tantangan dan peluang baru bagi para pengusaha kelas atas. Setiap tahunnya, para miliarder ini dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah. Dalam konteks ini, keahlian dalam manajemen risiko menjadi sangat krusial.
Terkadang, keputusan strategis yang diambil dalam waktu singkat dapat menghantarkan pada pelunakan atau peningkatan yang dramatis dalam nilai aset. Misalnya, langkah investasi di sektor energi terbarukan terlihat sangat menjanjikan, terutama untuk Prajogo Pangestu yang berhasil memanfaatkan peluang ini dengan baik.
Meski demikian, kehadiran variabilitas dalam harga komoditas, seperti batu bara, tidak hanya menyentuh Low Tuck Kwong. Banyak perusahaan lain pun merasakan dampak dari penurunan harga yang bersifat global ini. Kesiapan untuk mengubah strategi menjadi penentu keberlangsungan bisnis dalam situasi sulit ini.
Strategi Investasi yang Diterapkan oleh Miliarder Indonesia
Berinvestasi di sektor-sektor yang sedang berkembang merupakan langkah cerdas bagi para miliarder dalam mempertahankan dan meningkatkan kekayaan mereka. Misalnya, Prajogo Pangestu tidak hanya berinvestasi di sektor energi tradisional tetapi juga beralih menyentuh energi terbarukan, yang memiliki prospek jangka panjang baik.
Low Tuck Kwong, meskipun mengalami penurunan, tetap menjalankan strategi bisnis yang kuat dengan fokus pada industri pertambangan yang telah lama menjadi andalan. Dalam konteks ini, pengelolaan aset dan diversifikasi menjadi kunci untuk bertahan di tengah ketidakpastian pasar.
Dengan adanya kesadaran akan pentingnya teknologi dan inovasi, banyak miliarder lainnya pun mulai melirik peluang investasi di bidang teknologi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa meski dalam situasi krisis, ada ruang untuk pertumbuhan dan perubahan yang positif.
Peranan Kebijakan Pemerintah dalam Memengaruhi Kekayaan Miliarder
Kebijakan pemerintah sering kali menjadi faktor penentu dalam dinamika ekonomi dan pengusaha. Regulasi yang mendukung sektor-sektor inovatif dapat memberikan keuntungan bagi pemain utama di industri tersebut. Dalam hal ini, keselarasan antara kebijakan ekonomi dan pelaku bisnis menjadi sangat vital.
Pemerintah Indonesia, melalui berbagai program dan kebijakan, berusaha untuk menarik investasi asing serta mengembangkan sektor lokal. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan kemampuan para pengusaha dalam menghadapi kompetisi global.
Selain itu, stabilitas politik dan ekonomi turut mempengaruhi keberlanjutan bisnis. Ketidakpastian dalam kebijakan sering kali mengarah pada ketidakpastian di pasar, yang pada gilirannya berdampak pada kekayaan individu maupun perusahaan.
