Marellasaldi.com
No Result
View All Result
Tuesday, September 29, 2026
  • Login
  • Tekno
  • Ekonomi
Subscribe
Marellasaldi.com
  • Tekno
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Marellasaldi.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rupiah Tertekan Dekati 18.000 per Dolar AS, Analis Bongkar Penyebabnya

by marellahost
September 28, 2026
in Ekonomi
0
Rupiah Tertekan Dekati 18.000 per Dolar AS, Analis Bongkar Penyebabnya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perkembangan terkini dalam ekonomi global menunjukkan dampak signifikan terhadap nilai tukar mata uang. Kenaikan suku bunga dan dinamika geopolitik menjadi beberapa faktor utama yang mempengaruhi pergerakan nilai rupiah saat ini.

Di sisi lain, kebijakan moneter yang ketat dari bank sentral juga semakin memengaruhi kepercayaan pasar. Investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan aset berisiko.

Hubungan AS dan Iran yang semakin menegang memengaruhi pasar global

Salah satu isu yang mencuri perhatian adalah hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan meningkat setelah negosiasi tidak langsung di New York menemui jalan buntu.

Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal terbaru dari Iran yang mengusulkan pembukaan kembali jalur perairan strategis. Usulan tersebut jelas mencerminkan keinginan Iran untuk melanjutkan dialog terkait program nuklir mereka.

Berbagai syarat disampaikan Iran sebagai bagian dari proposal tersebut. Di antaranya adalah pencabutan blokade angkatan laut AS serta penghapusan sanksi yang telah lama membebani penjualan minyak Iran.

Kondisi obligasi AS dan dampak terhadap pasar uang

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintahan AS juga menunjukkan tren yang menarik. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun mencapai level yang signifikan di 5,2 persen.

Sementara itu, tenor 30 tahun mencatatkan imbal hasil sebesar 5,52 persen. Kenaikan tersebut turut mempengaruhi pasar obligasi global dan menciptakan ketidakpastian pasar keuangan.

Dengan imbal hasil yang meningkat, investor beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman. Hal ini berimplikasi pada pergerakan nilai tukar mata uang di kawasan, termasuk rupiah.

Harga minyak mentah dan implikasinya bagi ekonomi global

Harga minyak mentah juga tak kalah menjadi perhatian di tengah situasi ini. Minyak West Texas Intermediate (WTI) mengalami pergerakan harga yang signifikan, berada di kisaran US$ 94,15 per barel.

Sementara itu, harga minyak Brent mencatatkan angka sekitar US$ 103,2 per barel. Fluktuasi harga minyak ini memengaruhi inflasi dan stabilitas ekonomi di berbagai negara.

Perhatian terhadap harga minyak sangat penting, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada ekspor. Setiap perubahan signifikan dapat berdampak langsung terhadap neraca perdagangan mereka.

Kebijakan Federal Reserve dan proyeksi suku bunga ke depan

Dalam konteks dalam negeri, kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS semakin menjadi fokus utama. Pelaku pasar kini berupaya memperkirakan arah kebijakan suku bunga yang kemungkinan akan diterapkan.

Berdasarkan data dari CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin di pertemuan Oktober diperkirakan mencapai 70 persen. Angka ini naik signifikan dibandingkan pekan lalu yang hanya sekitar 50 persen.

Ekspektasi ini diperkuat oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan kuat. Pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat The Fed juga menambah keyakinan bahwa kebijakan suku bunga supremo akan bertahan lebih lama.

Ramalan nilai rupiah dalam menghadapi ketidakpastian global

Dalam menghadapi beragam sentimen global, analisis mengenai nilai tukar rupiah menjadi sangat penting. Sejumlah pakar memprediksi pergerakan rupiah akan berkisar antara 17.900 hingga 18.000 per dolar AS.

Prediksi tersebut mengindikasikan potensi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Mengingat ketidakpastian yang masih menyelimuti pasar global, investor diharapkan tetap waspada.

Berbagai faktor eksternal dan domestik akan terus saling berinteraksi, menciptakan dinamika yang kompleks dalam pergerakan nilai tukar. Oleh karena itu, pemantauan terhadap perkembangan internasional sangatlah krusial.

Tags: AnalisBongkarDekatidolarPenyebabnyaRupiahTertekan

Berita Terbaru

  • Rupiah Tertekan Dekati 18.000 per Dolar AS, Analis Bongkar Penyebabnya
  • Kita Harus Menguasai Teknologi Digital
  • Harga Emas Antam Sepekan Lesu Lalu Berbalik Menguat
  • Agen AI Beraksi Mandiri Tanpa Pengawasan
  • Dana Pensiun di Indonesia dengan 30,67 Juta Peserta Memiliki Potensi Tumbuh Besar

© 2026 marellasaldi.com. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Tekno
  • Ekonomi

© 2026 marellasaldi.com. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
phishing scamming