Pertamina Patra Niaga saat ini sedang berupaya keras untuk mempercepat pemulihan pasokan LPG di Aceh pascabencana. Dalam langkah terbaru, perusahaan ini menambah armada dengan enam unit mobil tangki LPG yang memiliki kapasitas total 90 MT.
Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi LPG, yang terhalang akibat dampak bencana. Selain itu, sebelumnya, sudah ada 24 mobil tangki LPG yang dikerahkan dengan total kapasitas 358 MT untuk mendukung penyaluran di daerah-daerah yang terdampak.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa tambahan armada tersebut merupakan bagian dari upaya dalam memastikan pasokan energi tersedia di wilayah yang terisolasi. Dampak bencana seperti banjir dan longsor telah menyulitkan akses, dan perusahaan berkomitmen untuk memulihkan pasokan dengan segera.
Upaya Distribusi Pasca Bencana di Wilayah Aceh
Pemulihan pasokan LPG di Aceh menjadi fokus utama bagi Pertamina Patra Niaga setelah terjadinya bencana yang mengakibatkan banyak kerugian. Sebagai respon, perusahaan telah menyiapkan total 30 unit mobil tangki LPG untuk memperkuat distribusi.
Roberth menegaskan bahwa semua sumber daya yang ada digunakan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Ini mencakup pengoperasian armada yang lebih besar agar distribusi pasokan LPG berjalan lancar dan efektif.
Pertamina juga mengimplementasikan strategi distribusi yang fleksibel berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Mengingat banyaknya daerah yang sulit dijangkau, pendistribusian dilakukan secara bertahap untuk memastikan semua wilayah bisa terlayani.
Pemberian Bantuan Melalui Jalur Laut dan Darat
Dalam rangka mempercepat pengiriman pasokan, Pertamina Patra Niaga menggunakan jalur laut untuk mengangkut LPG. Sebanyak enam unit truk mengangkut lebih dari 10.000 tabung LPG yang kini sedang dalam proses penyaluran ke daerah-daerah terdampak.
Pengiriman yang dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukeuh menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan jumlah armada yang tersedia. Total kini terdapat 11 armada truk LPG yang siap beroperasi, mendukung kebutuhan mendesak di lapangan.
Melalui tindakan ini, Pertamina memastikan bahwa pasokan LPG dapat segera dikirim kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran ini tidak hanya berfokus pada jumlah tetapi juga pada kecepatan untuk menjawab kebutuhan pasca bencana.
Pentingnya Koordinasi Antara Berbagai Pihak dalam Pemulihan
Koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam operasional pemulihan ini. Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa distribusi berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Perhatian khusus diberikan kepada aspek logistik agar armada yang ada dapat bergerak cepat menuju lokasi-lokasi yang paling memerlukan. Kerja sama ini memungkinkan alur distribusi menjadi lebih efisien dan terarah.
Roberth menekankan bahwa keberhasilan distribusi tak hanya bergantung pada jumlah armada, tetapi juga pada kerja sama yang baik dengan masyarakat setempat. Pemahaman tentang kondisi lapangan sangat penting untuk mencapai hasil terbaik dalam situasi darurat seperti ini.
