Selama periode libur Natal dan Tahun Baru, arus lalu lintas di ruas tol Trans Sumatera menunjukkan lonjakan yang signifikan. PT Hutama Karya (Persero) melaporkan total kendaraan yang melintasi mencapai 2.491.021 unit, meningkat 43,32 persen dibandingkan kondisi normal.
Peningkatan ini juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mengalami pertumbuhan 7,63 persen. Menurut catatan, puncak arus mudik terjadi pada 21 Desember 2025 dengan 140.419 kendaraan, sementara arus balik memuncak pada 4 Januari 2026 dengan 154.420 kendaraan.
Executive Vice President Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan. Evaluasi trafik dan langkah antisipasi dilaksanakan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terjaga, terutama pada waktu-waktu krusial seperti puncak mudik dan balik.
Analisis Lonjakan Kendaraan Selama Liburan Nataru
Peningkatan arus kendaraan di ruas tol Trans Sumatera bukan hanya angka, tetapi mencerminkan pola mobilitas masyarakat selama periode liburan. Selain faktor tradisi mudik dan bepergian untuk berlibur, kemudahan akses jalan tol juga berperan penting.
Data menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan meningkat tajam terutama di jalan-jalan vital yang menghubungkan pusat populasi dengan tempat wisata. Hal ini menjadi bukti bahwa infrastruktur transportasi yang baik mendorong perjalanan wisata dan membangun konektivitas antar daerah.
Kemacetan yang muncul pada puncak arus mudik juga merupakan tantangan bagi pengelola jalan tol. Mardiansyah mengungkapkan bahwa adopsi teknologi dan sistem informasi yang baik sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan di jalan.
Ruas Tol dengan Trafik Tertinggi dan Faktor Penentunya
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, ruas Tol Kuala Tanjung – Sinaksak menjadi jalur dengan trafik tertinggi. Total kendaraan yang melintas di jalur ini mencapai 599.514 unit, menjadikannya sebagai salah satu koridor paling padat selama liburan.
Posisi strategis jalur ini tidak dapat dipisahkan dari fungsi utamanya sebagai penghubung antara kawasan wisata dan pusat masyarakat. Peningkatan aktivitas perjalanan antara Kuala Tanjung dan Sinaksak sangat terlihat saat periode Nataru, yang merupakan waktu libur panjang bagi banyak orang.
Pengelola jalan tol berusaha lebih proaktif untuk mencegah kemacetan dengan menyediakan layanan dan fasilitas yang memadai. Rencana dan strategi untuk mengoptimalkan arus lalu lintas menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengalaman berkendara.
Persiapan dan Strategi Menghadapi Puncak Arus Mudik dan Balik
Selain pengamatan terhadap jumlah kendaraan, persiapan menghadapi puncak arus mudik dan balik juga melibatkan pemantauan kondisi fisik jalan. Pengelola berkomitmen untuk menjaga kualitas jalan agar tetap layak dilalui, terutama saat intensitas lalu lintas tinggi.
Langkah-langkah antisipasi pun disusun dengan matang, mulai dari pengaturan titik-titik rawan kemacetan hingga penyediaan petugas di lapangan. Program informasi real-time melalui aplikasi dan media sosial menjadi strategi efektif untuk memberi tahu pengguna jalan tentang kondisi terkini.
Selain itu, kolaborasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan jalan menjadi fokus utama. Ketersediaan layanan darurat dan bantuan di lokasi-lokasi tertentu menjadi jaminan agar perjalanan pengguna tetap aman dan nyaman.
